Kisahku Dalam Susah dan Senang di Negeri Orang
Begitu sedih dan terpukul rasanya aku berpisah dengan mereka semua dan merekapun begitu sedih melihat aku pergi merantau kenegeri orang. Karena, ini pertama kali aku pergi jauh dari mereka.
Setibanya aku dinegeri jiran Malaysia, kami langsung didata dan dijemput kemudian dibawa ketempat penampungan sementara para TKI yang datang dari Indonesia maupun dari negara lain. Disana aku bertemu dengan kawan-kawan dari kampung, begitu gembira dan senang bertemu mereka.
Setelah 7 hari menginap ditampungan, kami mulai berkumpul dan membagi kawasan masing-masing yang sudah dipilih oleh Toke-toke atau Majikan, dan ada yang sudah memilih lokasi tempat kerja yang sudah ditentukan dari kampung sebelumnya. Ada yang tidak sesuai dari keinginan tentang tempat lokasi kerja yang sudah ditentukan dan ada pula yang sesuai dari keinginan atau tujuannya. Begitulah nasib kami masing-masing, mau tidak mau kami harus menerima dari apa yang sudah mereka pilihkan untuk kami semua para TKI.
Setelah itu kami mulai diantar ketempat lokasi kerja masing-masing dan kebetulan aku ditempatkan sesuai dari keinginan atau tujuanku dari kampung yaitu bekerja di Kilang Kelapa Sawit. Aku bersyukur dan cukup senang mendengarnya karena Allah mengabulkan permintaanku.
Satu hari sesudah sampai ditempat lokasi aku bisa rehat dan menenangkan pikiran. Kemudian esok harinya aku mulai bekerja di KKS itu. Dan disana aku senang sekali bekerja karena ditempatkan ditempat yang ringan, santai, tidak panas dan KKSnya juga Otomatis. Lepas tiga hari aku langsung bisa mengerjakannya dengan sendiri, yaaaa... begitu trasa senang lah bekerja disana.
Dan kemudian lepas 15 hari aku sudah bekerja di KKS itu, saat itu juga aku sedang bekerja dan aku dipanggil oleh kranik atau manager, lalu dia ngasih tau aku kabar tentang hasil medikal disini malaysia, dan hasilnya ternyata aku tidak lulus pada pemeriksaan darah.
Aku mulai lemah tidak bisa ngomong apa-apa. Aku sangat sedih mendengarnya dan sangat terpukul rasanya dinegeri orang. Mendengar kabar buruk seperti ini, aku mulai menelpon dan bertanya ketekongku dikampung. Kenapa aku tidak bisa lulus medikal disini..?? sedangkan dikampung aku bisa lulus medikal..!! kenapa seperti ini..? Apa maksudnya,..?? Sebelum aku diberangkatkan kemalaysia. Kamu bilang dari hasil medikal aku tidak ada masalah sama sekali, tapi nyatanya disini aku mendapatkan masalah dan tidak lulus.
Mendengar masalah seperti ini aku mulai termenung meratapi nasib dan cobaan yang kudapat dinegeri orang, entah bagaimana aku bisa tetap untuk bekerja disini, dan disini tidak ada yang bisa menolong. Kemana aku bisa mencari petolongan, dan akupun ingat aku tidak sendirian bahwa Allah selalu ada disaat hambaNya butuh pertolongan. Maka setiap sujud aku selalu bedo'a meminta petunjuk untuk keluar dari masalah yang sedang aku hadapi.
Dikemudian hari sebelum mereka membawa aku ketempat tampungan TKI semula untuk dikembalikan ke negara asalku Indonesia, disana aku ingat aku punya teman bekerja ditempat lain, dan aku menelponnya untuk ikut bekerja ditempat dia bekerja, Lalu dia menjawab tawaranku bahwa dia siap menerima aku bekerja walaupun tanpa data apapun atau Pasport.
Saat aku tiba ditempat tampungan para TKI untuk didata dan siap dipulangkan, disana aku nekat lari atau kabur dari tampungan memakai mobil yang sudah diboking oleh kawanku sendiri. Dalam perjalanan hati tidak bisa tenang karena takut dengan polisi yang dijalan sampai aku mengis dengan keadaanku sendiri karena pertama kali aku pergi kenageri orang dan pertama ini pula aku punya masalah seperti ini, tapi aku selalu menenangkan diri dengan berdo'a dan menyebut Asma Allah. Tiada daya dan upaya hanya atas khendak Allah lah semua berjalan dengan baik.
Sesampai aku tiba ditempat kawan bekerja aku dipertemukan langsung dengan bos atau majikannya, kemudian aku mulai berbicara dengan dia. Apakah siap mempertanggung jawabkan aku dengan keadaanku yang tidak punya data atau pasport,,? Majikannyapun sanggup menerima aku aperti itu. Alhamdulillah aku sangat bersyukur kepada Allah karena aku bisa bekerja lagi mencari rezeki.
Aku tak membayangkan lagi semakin banyak ujian yang aku dapat ditempat kawanku kerja ini, tapi aku selalu sabar dan tabah menerimanya semuanya. Dan aku tau Allah tidak pernah menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Dan aku tau Allah selalu ada dan selalu menolong orang-orang yang sabar dalam mencari napkah.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini. Silahkan brikomentar dengan bijak. Terima kasih.